Kamis, 25 Agustus 2011

Beasiswa S2 Bagi Guru 2011


KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
Gedung D, Lt. 12, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
Telp. (021) 57974108, 57974112, Fax. (021) 57974108, 57974113
Nomor : 2138/D5/LL/2011 4 Agustus 2011
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Penerimaan Calon Mahasiswa
Program Peningkatan Kualifikasi S2 UGM
melalui Pemberian Beasiswa secara penuh
Yth.
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
(Terlampir)
Dengan hormat kami sampaikan, Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah (Dit. P2TK Dikmen), Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2011 akan melanjutkan Program Peningkatan Kualifikasi Strata 2 (S2) bagi Pengawas Sekolah dan atau Calon Pengawas Sekolah (Kepala Sekolah/Guru). Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Program Peningkatan Kualifikasi S2 bagi pengawas sekolah ini bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada melalui Pemberian Beasiswa secara penuh.
2. Program Beasiwa tahun 2011 merupakan program beasiswa angkatan yang ke II (angkatan pertama tahun 2010).
3. Program Peningkatan Kualifikasi S2 ini telah diikuti oleh 56 orang dan telah dilaksanakan Tes Tertulis serta Wawancara untuk angkatan ke II pada tanggal 18 sampai dengan tanggal 20 Juli 2011 di kampus UGM;
4. Hasil dari tes tertulis dan wawancara tersebut telah terseleksi/lulus sebanyak 39 orang yang akan mengikuti perkuliahan S2 di UGM.
Sehubungan dengan jumlah peserta yang lulus untuk mengikuti program S2 di UGM melalui pemberian beasiswa secara penuh tersebut belum memenuhi kuota yang tersedia, maka kami memberikan kesempatan kembali kepada pengawas sekolah/calon pengawas sekolah (Guru/Kepala Sekolah) di wilayah binaan Saudara untuk mengikuti Program Peningkatan Kualifikasi Strata dua (S2) tersebut (gelombang ke 2) dengan persyaratan sebagai berikut :
A. PENDAFTARAN DAN SELEKSI
1. Pendaftaran pemberkasan peserta gelombang ke 2 dikirim paling lambat tanggal 24 Agustus 2011.
2. Persyaratan pendaftaran peserta :
a. Mengisi formulir pendaftaran (terlampir)
b. Fotocopy Ijazah S1 (dilegalisir)
c. Transkip nilai S1 dengan minimal IPK 2,75
d. Pas Fhoto 4 x 6 berwarna
e. Surat Keterangan Sehat
f. KTP/SIM
g. Sertifikat TOEFL
h. Surat ijin mengikuti seleksi dari Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat.
3. Syarat-syarat pendaftaran pada no. 2a s.d 2h mohon di scan dan dikirim ke email Subdit Program dan Evaluasi dengan alamat : programptkdikmen@yahoo.co.id.
4. Calon peserta belum pernah mengikuti kegiatan seleksi Program S2 melalui Beasiswa penuh di UGM baik angkatan I (tahun 2010) maupun Angkatan II gelombang pertama (tahun 2011)
5. Pelaksanaan Seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 14 September 2011, bertempat di kampus UGM (surat undangan menyusul)
B. PELAKSANAAN ORIENTASI CALON MAHASISWA DAN PERKULIAHAN
Kepada peserta yang lulus seleksi tertulis dan wawancara, diwajibkan untuk mengikuti Orientasi Calon Mahasiswa dan perkuliahan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Pembekalan calon mahasiswa S2 akan dilaksanakan pada tanggal 4 s.d 6 Oktober 2011 bertempat di LPMP Provinsi DI Yogyakarta (undangan menyusul).
2. Orientasi calon mahasiswa baru dan kuliah pembekalan akan dilaksanakan tanggal 7 s.d 8 Oktober 2011 selesai bertempat di UGM.
3. Perkuliahan akan dimulai pada tanggal 10 Oktober 2011.
4. Pendaftaran ulang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2011 bertempat di kampus UGM, dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Membawa fotocopy Ijazah dan Transkip nilai S-1 yang telah dilegalisir masing-masing 3 lembar.
b. Pas foto terbaru (berwarna) ukuran 2 x 3 = 4 lembar dan 3 x 4 = 8 lembar, beserta Softcopy pasfoto dalam bentuk CD
c. Surat pernyataan kesanggupan bermaterai sebanyak 3 (tiga) lembar
d. Surat ijin dari Atasan
e. Ijazah asli untuk ditunjukkan kepada petugas pada waktu daftar ulang.
f. Surat Tugas Belajar dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten/kota setempat.
5. Calon mahasiswa yang tidak mengikuti ketentuan seperti tertuang pada No. B-1 sampai B-4 di atas, dianggap mengundurkan diri dan pihak UGM berhak menolak keikutsertaan calon mahasiswa tersebut dalam Program Peningkatan Kualifikasi S2 melalui pemberian beasiswa secara penuh dari Kementerian Pendidikan Nasional.
Apabila Saudara memerlukan keterangan lebih dapat menghubungi Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PTK Pendidikan Menengah dengan nomor telp 021-57974108 atau kepada staf kami, Sri Roswati (085280114773), dan Misbah (081385279099) dan Octaviana Kemalasari (081386852411) pada saat jam kerja.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.
Direktur Pembinaan PTK Dikmen,
Surya Dharma, MPA, Ph.D
NIP. 19530927 197903 1 001
1. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah (sebagai laporan);
2. Sekretaris Ditjen Pendidikan Menengah;
3. Kepala BKD Kota/Kabupaten setempat;
4. Kepala LPMP Provinsi DI Yogyakarta;
5. Kasubbag Tata Usaha, Dit. P2TK Pendidikan Menengah.

Guru Jadi Ujung Tombak Pembangunan Pendidikan Nasional


Guru Jadi Ujung Tombak Pembangunan Pendidikan Nasional

Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal.
Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan. Karena itu, perlu kerja keras dan sinergi dari semua pihak yakni, pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan guru.

Lomba Karya Tulis Dalam Rangka Hari Nusantara 2011


Lomba Karya Tulis Dalam Rangka Hari Nusantara 2011
02 Agustus 2011

Lomba Karya Tulis Dalam Rangka Hari Nusantara 2011 diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan (Kemham).
Tema : " Melalui Peringatan Hari Nusantara, Kita Perkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa Dalam Wadah NKRI Dengan Meningkatkan Kemampuan Pertahanan Dalam Rangka Menuju Negara Maritim "
Pelaksanaan :
Batas Pengiriman Naskah  : 29 September 2011
Pengumuman Pemenang   : 25 Nopember 2011
Penyerahan Hadiah         : 13 Desember 2011
Kententuan Pemenang     : Diambil 4 Pemenang dari 10 Nominator

Kategori Peserta :
1. Pelajar    :   SMA / SEDERAJAT
2. Umum     :   Mahasiswa dan Masyarakat Umum, TNI, POLRI

Kriteria Penulisan:
Orisinalitas :  Tulisan merupakan hasil dari gagasan dan pikiran penulis dan bukan merupakan hasil Plagiasi
Kesesuaian dengan tema : Karya yang disampaikan harus sesuai dengan Tema yang telah ditentukan oleh panitia lomba karya tulis.
Inspiriratif : Karya Tulis dapat memberikan inspirasi dan memberikan nilai positif bagi para pembaca.
Motivatif :  Pembaca termotivasi dan mendapatkan semangat baru sehingga dapat memberikan ide dari karya tulis tersebut.
Tulisan Obyektif dan Menarik : Karya tulis harus berdasarkan informasi yang ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menarik pembaca untuk mengikuti alur ceritanya.

Ketentuan Penulisan :
1. Naskah diketik dengan Font Arial  12.
2. Ukuran Halaman Kertas  A4.
3. Naskah ditulis dengan Spasi  1,5.
4. Panjang Tulisan  :  Pelajar :  ± 2000 Kata dan Umum : ± 2500 Kata.
5. Identitas penulis ditulis terpisah dari naskah karya tulis
6. Satu Perserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya tulis.
7. Naskah yang dikirimkan bukan naskah yang pernah mendapatkan penghargaan atau sedang diikutkan dalam lomba karya tulis lain.
8. Naskah Karya tulis yang dinyatakan sebagai juara (I S.D III Serta Juara Harapan) Menjadi hak Panitia Lomba.
9. Naskah dikirim paling lambat 29 September 2011 ke alamat panitia lomba karya tulis sebagai berikut :

Publikasi
Lomba ini akan dipublikasikan melalui media cetak dan media elektronik nasional.
Hadiah :
Kategori Pelajar :
Juara  I              :        8 Juta
Juara II              :        5 Juta
Juara III             :        3 Juta
Juara Harapan     :        2,5 Juta

Kategori Umum :
Juara I               :        12  Juta
Juara II              :        8  Juta
Juara III             :        5  Juta
Juara Harapan     :        3,5  Juta

Guru-Kepsek Berprestasi ke Nasional

Guru-Kepsek Berprestasi ke Nasional

Pejabat Disdik Tak Kompak

Pejabat Disdik Tak Kompak

Rabu, 24 Agustus 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Segenap Keluarga Besar SDN 3 Waylaga Bandar Lampung Mengucapkan " Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H " Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Jumat, 19 Agustus 2011

Bulan Romadhon


Tak terasa, Ramadhan telah melangkah ke setengah perjalanan. Hanya Allah dan kita sendiri yang tahu, apakah waktu yang sudah terlewat telah termanfaatkan dengan baik untuk ber-taqarrub kepada Allah, ataukah sia-sia belaka—hanya haus dan lapar saja yang melekat di badan, sementara rahmat dan ampunan Allah jauh dari pelupuk mata.
Rasulullah saw. telah bersabda:
Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. tersebut, telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhluk-Nya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berkaitan dengan ini, Rasulullah saw. dalam salah satu khuthbahnya sebelum memasuki Ramadhan menyatakan, “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya pengampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari api neraka.” Lalu beliau melanjutkan, ”Karenanya, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk Rabb-nya dan dua perkara kalian menyukainya. Dua perkara untuk Rabb-nya adalah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Adapun dua perkara yang kalian sukai adalah memohon surga dan berlindung dari neraka.” (HR Ibnu Huzaimah dari Salman Al Farisi).
Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT, baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Manusia sering berbuat dosa, siang maupun malam hari. Di rumah, di masjid, di kantor, di angkot, di bis, di kendaraan pribadi, di kereta api, di terminal, di stasiun, di bandara, di sekolah, di kampus, di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Sebab, Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Untuk itu, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. (QS Ali Imran [3]: 135).
Ayat di atas secara gamblang menunjukkan bahwa adanya kesempatan pengampunan dari Allah SWT merupakan salah satu wujud kasih sayang-Nya. Betapa banyak ayat-ayat al-Quran yang menggabungkan kata Ghafûr (Maha Pengampun) dengan Rahîm (Maha Penyayang). Karenanya, ketika seorang Muslim meminta ampunan kepada Allah SWT, dia merasakan penyesalan dan harapan pengampunan. Pada saat yang sama, ia merasakan betapa besarnya kasih-sayang Allah SWT kepada hamba-Nya; sudahlah dia berbuat dosa, Dia Yang Maha Pengampun masih membuka pintu pengampunan baginya.
Selain itu, nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Memang, jika Allah SWT menghendaki, dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Namun, Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Baru kemudian, Allah SWT akan mengampuninya. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia, kecuali dosa syirik, tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. (QS an-Nisa [4]: 48).
Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya, Rasulullah saw. juga telah memberikan teladan kepadanya. Dalam hadisnya, Rasul pernah bersabda:
Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. (HR al-Bukhari dan Muslim)
Padahal Rasulullah saw. adalah seorang yang maksum, atau terpelihara dari dosa. Beliau dijamin masuk surga. Namun, beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Karena itu, Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan, khususnya pada bulan Ramadhan. Betapa tidak, kesalahan hampir tidak terasa terus menumpuk. Jika dibiarkan dosa itu akan menggunung, sulit dihilangkan, bahkan lupa tidak teringat lagi. Hal ini dapat mengakibatkan binasanya orang tersebut. Jiwa berkarat, berlumur penuh dosa. Melalui permintaan ampunan kepada Allah, insya Allah, hal ini dapat dihindari.
Allah SWT Maha Penyayang. Dia tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Apapun dosanya, berapapun banyaknya, selama hamba mau bertobat, Dia akan mengampuninya.
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS az-Zumar [39]: 53).
Untuk itu, pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini, seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. Di samping itu, dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri), dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. Berapa banyakkah ia melalaikan shalat? Sudahkah shalatnya mampu mencegah dirinya dari perbuat keji dan mungkar? Sudahkah ia berpuasa sesuai dengan syariat? Sudahkah puasanya itu mengantarkan dirinya menjadi orang yang bertakwa kepada Allah? Dalam berpakaian, sudahkah ia menutup aurat secara sempurna, atau masih tetap memamerkannya? Adakah makanan dan minuman haram masuk ke dalam perut? Dalam bergaul, apakah ia telah terikat dengan aturan Islam, ataukah masih bergaul bebas yang mendekati zina? Allah SWT memerintahkan membina keluarga berdasarkan Islam, sudahkah ia melaksanakannya? Pendidikan anak, sudahkah sesuai dengan Islam? Di hadapan mata, di sana-sini tampak kemungkaran, Allah SWT memerintahkan mencegahnya, sudahkah ia menunaikan perintah itu, atau masih tetap tidak acuh terhadap kondisi tersebut, atau justru malah dia sendiri sering melakukan kemungkaran? Masihkah dia menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, pelindung, penolong, dan teman dekat; padahal keharaman tindakan demikian jelas tertuang dalam al-Quran? Sudahkah dia melaksanakn kewajiban dakwah yang telah Allah SWT bebankan kepadanya? Allah SWT mewajibkan menegakkan hukum Islam melalui pemerintahan Islam, sudahkah kita termasuk ke dalam bagian dari orang-orang yang ikhlas memperjuangkannya, ataukah kita justru menjadi penghalang bagi bersemai dan berkembangnya dakwah?
Bagi yang memegang amanah kekuasaan (penguasa), sudahkah ia mengurusi urusan umat/rakyat sesuai dengan syariat Islam? Sudahkah aturan-aturan ataupun keputusan-keputusan yang dibuat membela rakyat, bukan membela pihak asing? Sudahkah peraturan perundangan yang dibuat menyejahterakan masyarakat, ataukah justru menyengsarakan mereka?
Sesungguhnya masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang harus diajukan seorang Muslim kepada dirinya sendiri.
Sungguh, Allah Mahaadil dalam membalas segala perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Kalaupun tidak dibalas langsung oleh Allah di dunia maka pembalasan Allah di akhirat kelak sungguh sangat adil. Tidak pilih kasih.
Ketika seorang Muslim menemukan ada yang masih bertentangan dengan hukum Allah SWT, mengabaikan kewajiban atau melakukan keharaman, maka tidak ada cara lain kecuali ia harus segera memohon ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dengan taubatan nashuha (tobat dengan sebenar-benarnya). Caranya adalah dengan menyesal dengan penyesalan yang dalam; tidak akan pernah terbersit lagi dalam pikirannya untuk mengulanginya lagi dan selanjutnya berupaya untuk memperbaikinya; jika perbuatannya yang buruk terkait dengan orang lain maka ia segera meminta maaf kepadanya; jika kesalahannya terkait dengan keputusan-keputusan atau aturan-aturan yang yang menzalimi rakyat maka segera ia mencabutnya, meminta maaf kepada umat, serta segera menggantinya dengan keputusan yang mengayomi dan melindungi umat. Jika tidak demikian, yang rugi diri sendiri, bukan orang lain. Sungguh, Allah tidaklah bisa disuap apalagi dipermainkan.
Wahai Kaum Muslim:
Seorang Mukmin, teristimewa saat bulan Ramadhan ini, akan menunaikan perintah Allah SWT:
Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah memiliki karunia yang agung. (QS al-Hadid [57]: 21).
Sejumlah ahli tafsir menjelaskan, bersegera menuju ampunan Allah maknanya adalah bersegera menuju sesuatu yang akan mendatangkan ampunan Allah itu, tidak lain adalah bersegera menuju ketaatan kepada-Nya.
Kiat Agar Taubat Diterima
Sepuluh hari yang penuh limpahan rahmat di bulan ramadhan telah kita lalui. Sepuluh hari kedepan adalah hari yang dijanjikan Allah sebagai waktu dilimpahkannya maghfirah atau ampunan. Inilah waktunya bagi kita, untuk bertaubat secara sungguh-sungguh, agar diri kita betul-betul bersih dari noda dosa masa silam. Taubat Nasuha atau taubat yang sungguh-sungguh itu memiliki beberapa syarat. Berikut syarat-syaratnya :
1. Menyesali atas dosa dan maksiat yang telah dilakukan.
Seorang hamba yang berdosa, bila ingin bertaubat harus menyesali perbuatan dosa dan maksiat yang terlanjur diperbuatnya. Tanpa perasaan menyesal, taubat kita belum bisa dikatakan nasuha atau bersungguh-sungguh.
2. Memohon ampun kepada Allah SWT, meminta maaf kepada manusia.
Bila kita kerap meninggalkan ibadah-ibadah mahdhah yang diwajibkan Allah SWT, maka mohon ampunlah kepada Allah SWT dan segeralah memperbaiki ibadah-ibadah yang sering kita lalaikan. Jika shalat masih sering diakhirkan maka segera awalkan, jika tidak pernah berpuasa maka segeralah melakukan shaum.
Untuk perkara-perkara ghayr mahdhah yang ada hubungannya dengan manusia, maka selain memohon ampun dan menyesali kedzhaliman kita, minta maaflah kepada orang yang telah kita sakiti. Bila orang itu berada jauh atau bahkan sudah meninggal, berdoalah demi kebaikannya, agar Allah menggerakkan hatinya untuk ridla terhadap apa yang telah kita perbuat. Tapi jika orang tersebut mudah untuk diajak bertatap muka dan mudah kita kunjungi, maka lebih utama bila kita mendatanginya untuk meminta maaf.
3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa atau maksiat serupa.
Niatkan dalam hati untuk tidak mengulangi dosa atau maksiat serupa. Sibukkan diri kita dengan memperbaiki ibadah mahdhah dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Sehingga seluruh panca indera dan jiwa kita terbiasa melakukan kebaikan.(red/aea)
Walhasil, marilah kita menuju ampunan Allah dengan cara menjalankan ketaatan secara total kepada-Nya, tidak lain dengan cara melaksanakan seluruh aturan-aturan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan kita. Berharap akan ampunan Allah tetapi tetap tidak mau melaksanakan seluruh aturan Allah tentu merupakan tindakan yang bertolak belakang.
Karena itu, hendaknya setiap Muslim menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk melaksanakan ketaatan secara total kepada Allah dengan menjalankan seluruh syariat-Nya. Hanya dengan itulah Ramadhan kali ini akan jauh lebih bermakna. Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. []